(Ket Poto: Lapas Kelas IIA Padang Lakukan skrining HIV pada Warga Binaan)
IWOSUMBAR.COM, PADANG- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan kegiatan skrining HIV-AIDS untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang penyakit menular tersebut di kalangan warga binaan pada Selasa (14/05/2024).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan oleh Lapas untuk memastikan kesehatan seluruh penghuni bebas dari penyakit.
Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kasi Binadik, Mona Ariska, dan Kasubsi Bimaswat, Pandu, bersama seluruh tenaga medis, yang terdiri dari dua dokter umum (dr. Ira dan dr. Rini), satu dokter gigi (drg. Elza), tiga perawat umum, dan satu perawat gigi. Selain itu, dua tenaga medis dari Puskesmas Padang Pasir Kota Padang juga terlibat dalam pelaksanaan skrining HIV-AIDS di Lapas Kelas IIA Padang.
Setiap warga binaan wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk mendeteksi kemungkinan infeksi HIV-AIDS.
Proses skrining melibatkan tes darah dan sesi konseling, di mana para warga binaan diberikan informasi lengkap tentang penularan, pencegahan, dan pengelolaan HIV-AIDS.
Kalapas Padang, Marten, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk menjaga kesehatan warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang lebih baik mengenai HIV-AIDS kepada seluruh warga binaan. Ini adalah langkah preventif yang penting untuk melindungi kesehatan mereka,” ujarnya.
Hasil skrining akan menjadi dasar bagi pihak Lapas untuk memberikan penanganan yang sesuai kepada warga binaan yang terdeteksi mengidap HIV-AIDS.
Langkah-langkah lanjutan, seperti penanganan medis intensif, penyuluhan lebih lanjut, dan dukungan psikososial, akan diberikan kepada warga binaan yang membutuhkan.
Kalapas Padang juga menambahkan bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan ini.
“Dengan adanya skrining HIV-AIDS ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendorong perubahan perilaku yang positif di kalangan warga binaan,” katanya. (**)





