Nasional

PERJALANAN HIDUP BUYA HAMKA

3
×

PERJALANAN HIDUP BUYA HAMKA

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – BUYA HAMKA lahir di saat terjadinya pertentangan antara kaum tua dan muda tahun 1908. sebab itulah, Buya Hamka sudah biasa mendengar dan melihat perdebatan sengit tentang agama antara kedua kaum tersebut.

Pada tahun 1918 atau saat Buya Hamka berusia 10 tahun, sang ayah membangun pesantren bernama Sumatera Thawalib yang berlokasi di Padang Panjang. Saat itulah Buya Hamka mulai merasakan bagaimana penyebaran Islam dan keyakinannya pada banyak orang.

Pada saat usianya menyentuh 16 tahun, Buya Hamka pindah ke Yogyakarta dan mulai mempelajari pergerakan Islam modern.

Baca Juga  RSUD Pariaman Ganti Nama Menjadi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin

Ia belajar banyak dari beberapa tokoh seperti Ki Bagus Hadikusumo, H. Fakhruddin, H.O.S Tjokroaminoto dan R.M Soerjopranoto.

Sejak saat itu, Buya Hamka semakin mengenal pergerakan politik Islam seperti gerakan Sosial Muhammadiyah dan Syarikat Islam Hindia Timur.

Pada tahun 1929 saat usianya menginjak 21 tahun, ia menikah dengan Siti Raham yang masih berusia 15 tahun. Pernikahan dengan Siti Raham memberikan 10 orang anak. (*)