IWOSUMBAR.COM, PADANG – Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH beri piagam penghargaan kepada Kapolda Sumbar. Toni Harmanto sebagai Bapak Kamtibmas Rumah Gadang atas dedikasinya dalam membangun citra Polri di mata masyarakat Sumatera Barat.
Toni Harmanto, M.H bagi masyarakat Sumatera Barat maupun khususnya Kota Padang sudah sama-sama jelas dan diketahui secara umum. Karena itu makanya
DPD LPM Kota Padang melihat peranan yang telah dilakukan Kapolda Sumbar selama ini cukup baik, makanya berinisiatif untuk memberikan penghargaan.
Demikian kata Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH saat memberikan sambutan pada penyerahan penghargaan kepada Kapolda bertempat di Aula Hoegeng Lantai IV Polda Sumbar Kamis siang (01/07/2021).
Dalam puncak acara HUT Bhayangkara ke 75 tersebut turut dihadiri Gubernur Mahyeldi Ansharullah, Ketua DPRD Sumbar Supardi serta jajaran Forkopimda.
Disebutkan Irwan Basir, beberapa hal yang menjadi perhatian bagi masyarakat saat ini adalah bagaimana Kapolda senantiasa mendorong terciptanya suasana keamanan yang kondusif serta terkendalinya wabah Covid-19.
Ia menyebut beberapa teroboson yang telah dilakukan Kapolda seperti pembentukan Nagari Tageh, pembinaan kepada masyarakat melalui Polisi Masyarakat serta beberapa contoh lainnya.
Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH serahkan piagam penghargaan kepada Kabid Humas Polda Sumbar Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, SIK dalam implementasi Undang – undang No.14 tahun 2008 Tentang keterbukaan Informasi Publik.
“Bagi kami sebagai wakil dari masyarakat, hal-hal positif seperti ini tentu saja menjadi perhatian dan menurut Kami perlu diapresiasi,” tegas Irwan Basir.
Ia juga merespon postif tema perayaan HUT Bhayangkara tahun ini yang berbunyi “Transformasi Polri yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju”.
Sementara Gubernur Mahyeldi, mengaku sempat mencari-cari apa arti kata presisi sebagaima tema HUT Bhayangkara tahun ini.
Dari apa yang didapat, ia menyimpulkan bahwa minimal ada dua kata yang tercermin dari kata presisi itu yaitu prediksi dan responsif.
“Tentang kedua hal itu rasanya sudah tidak diragukan lagi. Bapak Kapolda telah terlebih dahulu memprediksi apa yang bakal terjadi, misalnya soal Covid”,ujarnya.
Artinya Bapak Kapolda betul-betul berpikir, alun takilek alah takalam. Begitu pula soal responsif. Justru ide pendirian Nagari Tageh ini datangnya Bapak Kapolda. Karena itu tentu saja saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap Kapolda, tambah Mahyeldi. (*,)





