IWOSUMBAR.COM, PADANG- SAMPAH PLASTIK menjadi perhatian serius di Indonesia, terutama di Kota Padang. Dengan produksi sampah plastik mencapai 70 juta ton pada tahun 2022, Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah.
Untuk mengatasi masalah ini, Tim Ecobrick Universitas Negeri Padang (UNP) di bawah kepemimpinan Dr. Nofrion, M. Pd dari Departemen Geografi, FIS UNP, melakukan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah plastik dengan metode “Ecobrick” di Bungus Teluk Kabung (Bungtekab).
Dalam kegiatan yang berlangsung pada tanggal 11 Januari 2024 di Kantor Camat Bungus Teluk Kabung, Dr. Nofrion menjelaskan konsep “KKS” (Keluarga, Komunitas, Sekolah) sebagai dasar dalam pengelolaan sampah plastik. Setiap peserta didik di rumahnya menyediakan tempat pengumpulan sampah plastik sementara, menggunakan botol minuman sebagai wadah.
Dr. Nofrion menyoroti bahwa satu anak SD bisa menghasilkan 1-2 botol minuman 600 ml sampah plastik selama sebulan. Botol tersebut dikumpulkan di sekolah, dan setelah dipadatkan, digunakan untuk membuat berbagai produk layak pakai, seperti kursi, meja, hiasan, bahkan pagar sekolah.
Pendekatan ini mendapatkan apresiasi dari Camat, Kapolsek, dan Danramil Bungus Teluk Kabung, yang menyampaikan terima kasih kepada Tim Ecobrick UNP. Kesepakatan dihasilkan untuk membentuk tim Task Force dan melanjutkan kegiatan monitoring serta persiapan lomba kreativitas Ecobrick.
Puncaknya, pemenang lomba akan diumumkan pada Hari Tanpa Kantong Plastik tanggal 3 Juli sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat yang berkontribusi dalam mengelola sampah plastik di lingkungan mereka. (**)





