IptekNasional

Setiap Selasa, Sekolah di Padang Terasa Minang Banget

2
×

Setiap Selasa, Sekolah di Padang Terasa Minang Banget

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Padang – Sejak pelajaran muatan lokal Keminangkabauan dilaunching Pemerintah Kota Padang sebulan lalu, beberapa Sekolah Dasar (SD) di Kota Padang memang terasa Minang banget.

Di mana pada Setiap hari Selasa, siswa dan guru SD diwajibkan untuk mengenakan pakaian khas Minang. Mereka juga harus menggunakan bahasa Minang di sekolah. Termasuk mempelajari seni dan tradisi Minang.

Bagi Perempuan mengenakan baju kuruang Basiba, sedangkan siswa laki-laki mengenakan ‘Taluak Balango’ yang juga pakaian khas Minang. Tidak saja siswa, seluruh guru juga memakai pakaian serupa.

Seperti tampak di SD 31 Jati Tanah Tinggi. Di sekolah ini, sudah selama empat kali Selasa para siswa dan guru belajar muatan lokal Keminangkabauan. Dan empat kali itu pula siswa SD di sana mempelajari banyak hal tentang Minangkabau.

“Sudah empat kali Selasa kami di sini mempelajari Minang dan praktiknya,” ungkap Kepala SD 31 Jati Tanah Tinggi, Ratna Yuriani, Selasa (10/10).

Diakuinya, sepekan setelah muatan lokal tersebut dilaunching, pihaknya mengenalkan lagu-lagu Minang kepada seluruh siswa. Lagu seperti Dayuang Palinggam, Bareh Solok, dan lainnya, dinyanyikan bersama.

Baca Juga  Sumbar Deklarasikan Dokumen Final Materi Teknis Muatan Pesisir

Ada lagi, dimana pada pekan kedua mereka menggelar ‘Makan Barapak’, semua siswa dan guru ikut terlibat.

“Suasana makan dibuat persis seperti yang dilakukan niniak mamak sebagaimana prosesi adat. Bahkan Ada petatah-petitih yang disampaikan oleh guru.

Begitu juga di SD 22 Andaleh, seluruh siswa sudah dikenalkan pelajaran Keminangkabauan. Meski masih mempelajari Budaya Alam Minangkabau (BAM), akan tetapi pelajaran Keminangkabauan sudah dikenalkan ke seluruh siswa.

“Sejak dilaunching, kita sudah kenalkan ke siswa,” ujar Kepala SD 22 Andaleh, Widyastuti.

Di pelajaran Keminangkabauan, kata Widyastuti mengatakan siswa diajarkan bagaimana sopan santun dan etika di Minangkabau.

Pemerintah Kota Padang mencanangkan mata pelajaran muatan lokal Keminangkabauan di tingkat jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tanggal 19 September 2023 lalu.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan pencanangan mata pelajaran muatan lokal Keminangkabauan ini akan menjadi warna baru dalam dunia pendidikan di kota Padang, sehingga semakin meneguhkan eksistensi Kota Padang sebagai Kota Pendidikan.

Baca Juga  Gelaran MTQ-M UNP, FIP Sabet Juara Umum

”Kita tentu berharap mata pelajaran muatan lokal Keminangkabuan mampu membentengi anak-anak kita dari perilaku-perilaku negatif seperti narkoba, pornografi, LGBT, pergaulan bebas, perjudian, tawuran, bully dan kekerasan dan lainnya,” kata Wako Hendri Septa saat launching bulan lalu.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova menyebutkan mata pelajaran muatan lokal Keminangkabau ini merupakan amanat dari Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Pasal 37 ayat (1), yang menyatakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat salah satunya muatan lokal.

“Mata pelajaran muatan lokal Keminangkabauan ini bertujuan untuk pembentukan dan penanaman nilai-nilai karakter, khususnya bagi peserta didik di Kota Padang. Sehingga nantinya mereka bisa menjadi peserta didik yang unggul, taat beragama, beradat, berbudaya, serta berakhlak mulia” (Ch)