IWOSUMBAR.COM, PADANG – Gelaran Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2023 di Pangeran Beach, Selasa 6-8 September diramaikan puluhan usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat khususnya di Padang.
Berbagi produk UMKM dijajakan pada puluhan stand yang telah disediakan, selain menampilkan produk mandiri juga diramaikan UMKM hasil binaan pemerintah daerah.
Salah satunya tampak di stan KUPI BATIGO, yang dikomandoi oleh Yulviadi Adek atau lebih dikenal dengan sapaan Abang Adek ini.
Diketahui, Abang Adek selain pelaku usaha juga mempunyai komunitas atau kelompok generasi muda yang tergabung pada ekonomi kreatif di kalangan UMKM di Sumbar.
Dari pantauan media stan Kupi Batigo dipenuhi berbagi jenis barang hasil dari kreatifitas dan inovasi pelaku UMKM mandiri. Diantaranya, Produk Tas, Topi, Sendal, Sepatu, Dompet, dan sovenir lainya. Uniknya sepatu Sepatu dan tas tersebut dibuat hasil rajutan kerajinan tangan dari Silvia Piobang yang juga seorang penyandang Disabilitas.
“Barang yang kita pajang buatan sendiri”, Sebut Silvia saat ditanyai media, Kalau soal harga katanya cukup terjangkau, dari puluhan hingga ratusan ribu saja.
Dilihat dari warna dan bentuk hasil karya rajutan Silvia memang tampak berbeda dari produk UMKMÂ yang lain.
Yulviadi Adek, mengungkapkan ada Belasan kelompok UMKM yang ikut meramaikan WIES 2023 dan bergabung di Kupi Batigo Creative, tak lain untuk memperkenalkan produk UMKM.
Yulviadi berharap dengan adanya acara WIES 2023 ini dimana belasan negara ikut andil meramaikan, bisa lebih membangkitkan lagi ekonomi Sumbar pada sektor UMKM.
“Harapan kita Sumatera Barat ini mempunyai tempat yang layak dan besar, paling tidak hampir menyerupai seperti JCC di Jakarta, tempat yang bisa menampung ratusan stand UMKM ” ujar Yulviadi Adek.
Yulviadi mengatakan, selama ini Sumbar selalu menjadi contoh bagi para pelaku UMKM Provinsi tetangga. Dikarenakan UMKM di Sumbar selalu kreatif dan berinovasi dalam pengembangan sebuah produk.
Yulviadi berharap kedepan pemerintah daerah lebih merangkul dan memperhatikan lagi para pelaku UMKM yang berjalan secara mandiri mandiri selama ini.
“Selama ini Para UMKM kita hanya sebagai pajangan saja, dimana acap hanya tampil disaat pada acara resmi pemerintahan, ” ujarnya. (**)





