Iwosumbar.com, 50 Kota – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki, Lapas yang pertama di Sumatera Barat (Sumbar) yang mengusung tema Pembelajaran Pembinaan Pesantren bagi Warga Binaan.
Hal itu dikarenakan semua penghuni Lapas Beragama Muslim, Diresmikan sebelum bulan puasa 1444 Hijriah pada tanggal 6 Maret 2023 di Pemda Kabupaten Lima Puluh Kota Bersama Bupati, dan staff ahli Gubernur Sumatera Barat, kemenag 50 kota, baznas dan jajaran perangkat daerah lainnya.
Warga Binaan Lapas Suliki yang disapa Akrab Santri Binaan mendapatkan pembelajaran keagamaan dari Hari Senin sampai Hari Kamis oleh para guru ustadz dan ustadzah mulai dari kelompok belajar Iqra, Al-Qur’an, Ilmu Dakwah, Pembelajaran Ilmu Hadits, Pembelajaran Tilawah, dan para Santri Binaan juga diajarkan Bahasa Arab.
Terlihat para santri binaan mulai terbiasa dengan Pembelajaran Pesantren mengenai Ilmu dakwah bersama Ustadz Husnaini,S.Sos.I dan Pembelajaran Tilawah bersama Ustadz Erman dari Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Suliki.
Diterapkan juga pembinaan kepribadian dengan Majelis Tadarus yaitu menjelang Sholat para warga binaan atau santri binaan ini diwajibkan tadarus terlebih dahulu.
“sholat 5 waktu adalah tiang agama, bukan sekedar sholat mengaji nya harus ditingkatkan dengan cara kebiasaan ini akan mengobati hati yang gersang dan agar istiqomah dalam kebaikan”
Kalapas Kamesworo berharap mereka kelak jika sudah bebas telah memiliki bekal agama.
“Jika nanti mereka, saatnya bebas dan berada ditengah-tengah masyarakat, setidaknya telah mempunyai kepribadian yang baik dengan adanya pemahaman ilmu agama,”
(**)





