IptekPolitik

Supardi Ingin Payakumbuh Sebagai Kota Pendidikan Berbasis Digital

1
×

Supardi Ingin Payakumbuh Sebagai Kota Pendidikan Berbasis Digital

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – RATUSAN Guru SMA /SMK Payakumbuh Ikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Creative Learning in Digital Age 2023 Tahap III. Dilaksanakan di Pusako Hotel, Bukittinggi dan akan berlangsung hingga 29 Mei 2023.

Bimtek kerjasama Dinas Pendidikan Sumbar bersama Ketua DPRD Supardi ini, guna mewujudkan percepatan digitalisasi dunia pendidikan di Kota Payakumbuh.

Proyek tersebut tidak terlepas dari peran Supardi yang juga berasal dari Payakumbuh. Sebagai kota non-Industri, Payakumbuh bisa berkembang dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusianya.

“Payakumbuh adalah satu sentra ekonomi kreatif berbasis digital di Sumbar. Situasi positif ini mesti terus didorong dengan melahirkan lebih banyak lagi generasi muda yang kreatif lewat sistem pendidikan berbasis digital,” kata Supardi saat membuka acara. Jumat malam (25/5/2023).

Baca Juga  FPL Pasbar Rayakan Bulan Bahasa 2022 Lewat Lomba Baca Puisi

Pada tahap sebelumnya para guru SMA dan SMK se-Kota Payakumbuh difasilitasi agar mampu merancang bahan ajar berbasis digital seperti bahan dalam bentuk audio-visual.

Supardi punya mimpi bahwa Payakumbuh bisa melahirkan generasi generasi kreator dan inovator.

Saat ini Payakumbuh tengah menjadi pilot project Kota Pendidikan Berbasis Digital di Sumatera Barat. Dinas Pendidikan Provinsi melihat Payakumbuh punya beragam prestasi di bidang pendidikan berbasis digital, seperti dikatakan Mahyan S. Pd. MM, Kabid PSMA Dinas Pendidikan dalam sambutannya.

Ia menyebut upaya percepatan digitalisasi pendidikan sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman guru akan dunia peserta didik, yaitu dunia digital.

Begitu juga dengan, Syafruddin Abbas, Kacab Dinas Wilayah IV Dinas Pendidikan Sumbar, juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital oleh tenaga pendidik.

Baca Juga  IOH Gandeng Huawei Kembangkan Inovasi Berbasis AI

“Kita, para guru dan pejabat instansi pendidikan, harus betul-betul terjun ke dunia digital. Setiap minggu ada tools-tools digital baru yang bisa kita gunakan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di sekolah,” paparnya.

Hal tersebut sejalan dengan konsep Kurikulum Merdeka yaitu mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi digital.

Salah satu peserta bimtek
Guru sejarah di SMA Raudathul Jannah, menilai guru-guru seperti dirinya kini mesti mempelajari dan menguasai teknologi digital.

“Kita akan tersingkir dan terasing, masyarakat kita, murid-murid kita, jika memalingkan muka dari perkembangan dunia saat ini,” katanya. (**)