Peristiwa

Kadis Syaifullah: Kita Rawat Pelestarian Kebudayaan di Sumbar

1
×

Kadis Syaifullah: Kita Rawat Pelestarian Kebudayaan di Sumbar

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, Focus Group Discussion (FGD) Diskusikan dan bedah tentang asal usul dan keberadaan kebudayaan Tionghoa di Sumatera Barat khususnya di Kota Padang.

FGD dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman, dan DR Herniwati, Pemerhati Kebudayaan yang juga dosen sejarah di UNP sebagai narasumber serta awak media.

Kepala Dinas Kebudayaan Syaifullah mengatakan, Dinas Kebudayaan Sumbar wajib melestarikan warisan budaya yang ada di Sumbar, baik itu merupakan budaya tak benda.

Dikatakan, Warisan budaya tak benda yang ada di Sumbar cukup beragam dan terus dijaga pelestariannya seperti, dari komunitas India ada tradisi serak gulo, komunitas Tionghoa ada barongsai sipasan, ada juga dari Mentawai yaitu seni tato, dan dari Nias ada tari Balanse Madam.

Baca Juga  Polda Sumbar Gencar Lakukan Patroli Malam di Padang

“Dinas Budaya akan terus menjaga pelestarian dan Kadis memberikan fasilitas dan mengakomodasi segala kegiatan budaya tradisi di Sumatera Barat khususnya Kota Padang, ” sebut Syaifullah.

Acara diskusi semakin menarik dengan disuguhkannya seni tari tradisional dengan nama Grain in ear, dari komunitas etnis Tionghoa di Padang.

Narasumber, Dr Hernawati mengatakan, Kebudayaan etnis Tionghoa di Indonesia maupun di Sumbar sangat beragam dan mengalami Asimilasi.

Pada umumnya, Etnis Tionghoa sama dengan suku lainya, yaitu tidak selalu sama dan selalu berbeda beda.

“Dan masyarakat lokal juga menyerap beberapa unsur Tionghoa dalam kebudayaannya dalam bentuk Serapan, baik itu seni dan kulinernya, ” ujarnya .

Etnis Tionghoa yang datang ke Nusantara bukan direncanakan tapi memang keadaan dari kehidupan mereka.

Baca Juga  Kapal Nelayan di Padang Tabrak Karang Belasan Selamat Satu Meninggal

Dijelaskan Herniwati Kenapa etnis Tionghoa dan orang Minang tak pernah berkonflik, karena selain sama- sama berjiwa pedagang, selain itu Karakteristiknya hampir pula sama.

Sementara, Albert Hendra Lukman menyatakan, bahwa budaya Tionghoa di Padang tak lain dari hasil dari Akulturasi dan Asimilasi.

“Di Padang ini seni seni tradisional yang ada, seperti Barongsai atau festival tradisi lainya, bahkan 70 persen orang lokal atau minang yang menjadi pemain kesenian tersebut, ” ujarnya.

Di akhir acara FGD diumumkan para pemenang dan Penyerahan Pemenang Lomba Karya Jurnalistik Kebudayaan tahun 2003 dari Lomba Karya Video, Lomba Karya Tulis, dan Lomba Karya Foto. (**)