Peristiwa

Albert Hendra Lukman: Komunitas Tionghoa Bangga Tinggal di Padang

2
×

Albert Hendra Lukman: Komunitas Tionghoa Bangga Tinggal di Padang

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – FGD & Sosialisasi Budaya, tema “Akulturasi & Asimilasi Budaya Tionghoa di Nusantara”. Bersama awak media baik Cetak, Televisi dan Elektronik. Dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Saifullah, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman dengan narasumber dari Praktisi Budaya Edi Utama di Pandu oleh Wartawan SCTV, Arset Kusnadi. Selasa (16/5/2023) di Aula Museum Adityawarman Padang.

Panitia diskusi, dari Dinas Kebudayaan, Aprimas dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Sosialisasi ini, selain mendiskusikan kebudayaan Akulturasi & Asimilasi Budaya Tionghoa di Sumbar, juga pentingnya peran wartawan guna melestarikan budaya di Sumatera Barat.

Kegiatan ini juga dalam rangkaian Lomba karya Jurnalistik Kebudayaan 2003 yang memperlombakan Karya Video, Karya Tulis dan Karya Foto.

Guna melestarikan budaya yang multi etnis khususnya di kota Padang, Dinas Kebudayaan berharap bisa bekerjasama dengan anggota DPRD Sumbar.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Saefullah mengungkapkan bahwa budaya Tionghoa di Sumbar sudah ada pada abad ke 17. Sehingganya masyarakat Tionghoa sudah menyatu dengan masyarakat Sumbar.

Sehingganya Sumbar sangat Toleran dengan etnis yang ada, di Sumbar ini selain masyarakat Tionghoa juga ada keturunan Arab, India, Jawa dan lainya .

Baca Juga  Ratusan Rumah Rusak Paska Gempabumi M7.4 di Flores Timur

“Kalaulah ada yang mengatakan Sumbar tidak toleran, tentu itu tidak benar, “ujarnya.

Saefullah dalam kesempatan itu juga menyampaikan, Jurnalis juga bagian dari ujung tombak dalam pelestarian budaya di Sumatera Barat lewat karya karya jurnalistik dalam kebudayaan.

Sementara narasumber, Edi Utama menguraikan, berbagai budaya yang ada, termasuk budaya tak benda di Sumbar.

Dia mengatakan, Budaya Tionghoa salah satu budaya yang sangat dinamis, dan Puncak kebudayaan Tionghoa di Nusantara adalah pada abad ke 15. Dengan datangnya Laksamana Cheng Ho ke Nusantara dan membentuk koloni di berbagai daerah.

Kedatangan budaya Tionghoa di Nusantara tidak hegomonis. Begitu juga kedatangan mereka di Kota Padang, bisa dilihat bagaimana dinamika mereka yang begitu berbaur dengan masyarakat setempat.

“Bahkan warga keturunan Tionghoa di Sumatera Barat, hampir bisa dikatakan mereka tidak bisa berbahasa leluhurnya, mereka bahkan menggunakan bahasa lokal hingga saat ini, ” ujarnya.

Baca Juga  Atasi Kemacetan, Wako Padang Relokasi Pedagang Jalan Perintis

Sedangkan anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman menjelaskan, budaya masyarakat Tionghoa di Padang adalah budaya Asimilasi yang memperhatikan kearifan lokal.

Dikatakan, budaya Tionghoa yang ada di Nusantara ini adalah bagian dari budaya Republik Indonesia.

Mengenai bahasa yang dipakai komunitas Tionghoa di Sumatera Barat, yang menggunakan bahasa lokal telah menjadi buah bibir di daerah lain.

“Warga Tionghoa di Padang bahkan menjadi buah bibir bagi daerah lain di Indonesia, dimana masyarakat Tionghoa yang ada selalu menggunakan bahasa Minang, ” ujarnya.

Albert mengatakan, Komunitas Tionghoa yang hidup di Sumbar khususnya di Padang adalah komunitas yang merupakan suatu pembaruan dimana mereka turut melestarikan bahasa Minangkabau.

“Artinya, Kami Bangga menjadi warga Indonesia, khususnya menjadi masyarakat Kota Padang,”. Ujarnya.

Albert juga berharap keinginan – keinginan dari masyarakat Tionghoa di Padang yang ingin menampilkan kebudayaan dan festival budaya bisa disambut positif oleh masyarakat.

“Intinya, Kami Komunitas Tionghoa di Sumatera Barat merasa bangga tinggal di Sumbar khususnya kota Padang, ” tutupnya. (**)