Kegiatan tadarusan warga binaan bersama Kalapas Kamesworo
Iwosumbar.com, Lima Puluh Kota – Lapas Suliki sebagai lapas pertama di Sumbar yang menerapkan pembinaan berbasis pesantren.
Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo mengatakan mayoritas semua Warga Binaan beragama Islam, lapas berbasis Pondok Pesantren diberi nama Pondok Pesantren Al-Inabah.
Pesantren Lapas ini acap menerapkan Tadarusan menjelang Pelaksanaan Sholat 5 Waktu. Bahkan masing-masing blok secara bergantian untuk tadarusan di mushola dan dilanjutkan dengan sholat berjamaah.
Bukan hanya sekedar program pembinaan saja, implementasinya pun terus digencarkan dan didukung oleh semua pihak, khususnya pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota beserta beberapa lembaga dan instansi yang terlibat.
Bagi yang berprestasi Kalapas Suliki, Kamesworo memberikan piagam penghargaan kepada warga binaan yang khatam Al-Qur’an dan yang hafal Al- Qur’an.
“Seperti halnya kegiatan rutin tadarus atau membaca Al-Qur’an merupakan kegiatan yang dianjurkan bagi umat muslim. Tadarus Al-Quran adalah sebuah kegiatan membaca, mempelajari, memahami, dan mengkaji secara bersama-sama,”
Kegiatan Tadarus Al-Quran adalah ibadah yang tidak terikat waktu tertentu, setiap orang yang memperbanyak Tadarus Al-Quran akan mendapat faedah tersendiri.
“Oleh karena itu, Lapas Suliki rutin menggelar majelis tadarus bagi warga binaan dan pegawai, bertempat di Mushola Al-Inabah Lapas Suliki,” sebut Kamesworo.
Pelaksanaan program tadarus rutin ini sebagai bentuk terjalinnya kekeluargaan dan silaturahmi antar WBP dengan tujuan agar mendapat ketenangan spiritual dalam menjalani masa tahanan di Lapas Suliki, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi ketika bebas nanti, tambah Kamesworo. (*)
Kegiatan tersebut, diikuti langsung oleh Kepala Lapas Kamesworo, serta warga binaan.





