Iwosumbar.com, Padang -Dosen UNP, Yenni Kurniawati menjalani prosesi sidang terbuka promosi doktor dengan konsentrasi Ilmu Statistika di Kampus IPB University Bogor, Ruang Sidang Silva FAHUTAN Lt. 1 Kampus IPB Dramaga, (24/2). Dalam sidang promosi doktor, Yenni Kurniawati mengambil judul disertasi Pendugaan Area Kecil Berhirarki untuk Luas Panen Padi Berbasis Survei KSA-BPS dengan Memanfaatkan Citra Satelit Landsat 8.
Persidangan Turut hadir Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, Ph.D sebagai penguji luar dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNP, Dr. Yulkifli Amir, M.Si.
Adapun yang menjadi komisi promosi dalam sidang promosi doktor yakni Prof. Dr. Ir. Hari Wijayanto M.Si. (Ketua/ IPB University), Dr. Anang Kurnia S.Si., M.Si. (Anggota/ IPB University), Dr.Ir. Dede Dirgahayu Domiri M.Si (Anggota/ Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa, BRIN), Dr. Ir. Budi Susetyo M.S. (Anggota/ IPB University), Dr. Ir. Baba Barus M.Sc. (Penguji Luar/ Ketua Departemen ITSL FAPERTA IPB), Dr. Berry Juliandi, S.Si., M.Si (Dekan FMIPA IPB / Pemimpin Sidang), dan Prof. Dr. Khairil Anwar Notodiputro, M.S.(Ketua Program Studi STK).
Rektor UNP, Prof. Ganefri mengapresiasi Yenni Kurniawati yang telah berhasil menjalani sidang promosi dokter di IPB University.
“Dengan semangat yang luar biasa dan bisa sampai dititik ini tentunya tidak semudah itu. UNP selalu mendukung penuh dosen-dosen yang ingin melanjutkan ke jenjang doktor,” ujar Rektor UNP
Dijelaskan Yenni Kurniawati, disertasi nya membahas tentang pengembangan model dan metode statistika dalam bidang pertanian khususnya tentang klasifikasi lahan tanaman padi dan pendugaan luas panen padi sampai ke level area kecil (mikro) seperti kecamatan.
Model yang dikembangkan dalam penelitian ini berbasis data survei KSA (Kerangka Survei Area) yang digunakan oleh BPS sejak tahun 2018 dalam menghitung Luas Panen Padi Nasional.
“Penelitian ini ditujukan untuk mempermudah klasifikasi lahan dari survei KSA dengan menggunakan model-model yang diajukan, agar anggaran survei untuk perhitungan luas panen menjadi lebih hemat, karena kunjungan lapangan dapat dikurangi dan digantikan dengan model”. (hum)





