IWOSUMBAR.COM, SOLOK — GUBERNUR Mahyeldi Ansharullah minta persoalan perizinan harus segera dibenahi, Karena selama ini kerap menjadi masalah, lamban dan ruwetnya proses perizinan.
Menurut Gubernur hal tersebut disebabkan karena banyaknya regulasi dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon investor.
“Saya minta, aturan perizinan dapat segera dipangkas, disederhanakan. Tentunya sesuai dengan kewenangan kita didaerah. Agar ada percepatan dan kemudahan bagi dunia usaha untuk bergerak, berinvestasi. Sehingga dapat membuka lapangan kerja,” kata Gubernur dalam rapat koordinasi DPMPTSP, se Sumbar di Gedung Kubung Tigo Baleh, Kota Solok, Senin (27/2).
“Kita harus benahi perizinan, tidak boleh lambat, tidak boleh memperlambat dan jangan menghambat. Untuk sesuatu yang baik harus disegerakan,” tegasnya.
Diharapkan melalui Rakor Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tersebut bisa dapat menciptakan kemudahan berinvestasi di Sumbar melalui  penyederhanaan tata kelola perizinan dengan tetap memperhatikan aturan yang ada.
“Yang tepenting, Investasi tersebut harus berdampak untuk kesejahteraan masyarakat, tidak merusak lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala DPMPTSP Sumbar Adib Alfikri menyampaikan, pihaknya akan segera membenahi permasalahan- permasalahan terkait dengan perizinan, ia mengatakan hal itulah yang menjadi tujuan dari acara.
“Kita akan bahas dan carikan solusi, apa yang menjadi masalah selama ini, itulah tujuan dari rakor saat ini, insyaAllah kita akan bisa benahi,” kata Adib.
Rakor dihadiri perwakilan dari DPMPTSP se Sumbar dan Wakil Walikota Solok, Nara Sumber dari BKPM/ Kementerian Investasi RI. (**)





