Iwosumbar.com, Padang – Khatam Qur’an merupakan hal awal yang baru dalam memahami dan berinteraksi dengan Al-Qur’an. Khatam Al-Quran juga jangan diartikan sebagai berhenti membaca Al-Qur’an, akan tetapi tetap membaca dan mengamalkannya bahkan jadikan hal tersebut sebagai suatu kebiasaan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi pada
Dalam perayaan Khatam Qur’an ke-45 MDA/Tua di Masjid Raya Al -Ikhlas Jorong Aia Tabik, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Minggu (8/1) Gubernur memberikan hadiah kepada 6 orang murid yang sudah hafal Juz 30 Alquran.
Di kesempatan tersebut gubernur juga memberikan motivasi kepada santri MDA Al-Ikhlas, ia berpesan untuk mengkaji dan memahami Al-Qur’an, karena hal itu merupakan bekal untuk mempersiapkan diri kita di akhirat kelak.
“Saya dahulunya juga merupakan guru mengaji di salah satu musalla di Kota Padang. Saya juga orang Agam, orangtua saya merupakan tukang angkut di pasar. Siapa sangka, seorang anak tukang angkut dan guru ngaji bisa jadi gubernur” sebutnya.
Gubernur juga mengatakan, salah satu nilai ABS-SBK itu adalah kegiatan khatam Qur’an. Kegiatan tersebut harus diperkuat di setiap nagari, dan hendaknya nilai-nilai tersebut melekat dan menyatu di keseharian masyarakat Minangkabau.
Wali Nagari Kamang Mudiak, Edison, berharap kepada guru-guru yang telah mendidik para murid, kelak menjadi menjadi Hafizh dan Hafizah Qur’an dan menjadi amal jariyah bagi para guru.
Disamping itu ia juga sangat menyambut baik program Gubernur salah satunya untuk meramaikan masjid dengan anak-anak muda dan mengikuti kegiatan mengaji.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Irwan Iswandi, sebelum mengatakan, terdapat 21 murid yang khatam Qur’an.
Ia juga berharap dengan kehadiran gubernur dan anggota DPRD Kabupaten Agam yang turut hadir pada kegiatan tersebut
untuk dapat membantu pembangunan akses jalan menuju lokasi MDA, dan menginformasikan bahwa di ruang kelas juga banyak atap dan loteng yang bocor sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar. (mc)





