Iptek

Buya Masoed Abidin Isi Subuh Mubaraqah UNP, Patuh Kepada Ulil Amri

3
×

Buya Masoed Abidin Isi Subuh Mubaraqah UNP, Patuh Kepada Ulil Amri

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, Padang-Mewakili Rektor Universitas Negeri Padang Wakil Rektor III Hendra Syarifuddin, M.Si., Ph.D. mengucapkan terima kasih atas kesediaan Buya Masoed Abidin telah hadir sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubaraqah pada pagi Jumat (11/6/2021).

Kegiatan Subuh Mubaraqah digelar setiap Jumat pagi, jali ini giliran diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni FBS. Dihadiri seluruh sivitas akademika UNP.

“Semoga materi ceramah, ajakan, dan nilai-nilai kehidupan yang disampaikan Buya Masoed Abidin menjadi pedoman dalam kehidupan kita untuk keselamatan hidup di dunia dan akhirat”, ujarnya.

Masoed Abidin dalam ceramahnya bertajuk “Hidup Berbangsa dan Bernegara dalam Konteks Islam”, mengemukakan bahwa kelahiran kita diciptakan oleh Allah yang kemudian hidup bersuku-suku dan berbangsa-bangsa serta kita berkewajiban untuk memelihara kehidupan berbangsa dan hal itu sangat penting dalam kehidupan.

Baca Juga  Prof Ganefri Terima Penghargaan dari LIPIA Arab Saudi

“Mencintai bangsa itu adalah bahagian dari iman. Jadi mencaci maki dan merusak kehidupan berbangsa haruslah dihindari karena kita perlu untuk membangun bangsa menjadi lebih baik. Kita perlu membangun bangsa ini dengan cara memperbaiki dan menyempurnakan kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Buya Masoed Abidin.

Lebih lanjut, Buya Masoed Abidin menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, kita wajib menjaga diri dan dengan cara menghadapinya secara bersama-sama dan dengan cara kedua kita harus patuh kepada ulil amri yakni orang-orang yang mengurus persoalan kita ini sesuai dengan pekerjaannya.

Kata Buya Masoed Abidin lagi, artinya pandemi Covid-19 ini bisa kita berantas dengan cara menghadapi dan mencegah secara bersama-sama serta dengan cara kita mematuhi orang-orang yang mengurus sesuai dengan keahliannya.

Baca Juga  UNP Kukuhkan Pengurus UKM Periode 2024

“Berbangsa dan bernegara adalah fitrah kita sebagai manusia dan untuk itu kita harus taat kepada Allah, taat kepada rasulullah, serta taat kepada ulil amri minkum. Selama kita tidak mengkianati Allah, tidak mengkianati Rasulullah, dan tidak mengkianati ulil amri, kita akan selamat menjalani kehidupan di dunia dan di akhirat,” tambah Buya Masoed Abidin.

Pada kesempatan itu, Buya Masoed Abidin juga menjelaskan bahwa, Ulil amri minkum adalah orang yang mengurus urusan kita dan kita harus mentaati ulil amri minkum yakni dimulai dari keluarga, kampung, nagari, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, negara, termasuk di sekolah dan kampus.

“Dan sebagai ulil amri minkum itu harus patut dan taat pula kepada ulil amri minkum di atasnya”, sebut Buya. (s-ET)