Iwosumbar.com, Padang -Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan sejumlah persiapan menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Persiapan dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Istana Gubernuran.
Gubernur menyampaikan terdapat beberapa hal yang perlu persiapakan mulai dari pengamanan di tempat ibadah dan keramaian, ketersediaan kebutuhan bahan pokok hingga penanganan inflasi.
Pembahasan pertama adalah monitoring ketersediaan pasokan, stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pangan pokok dan barang penting lainnya oleh Satuan Tugas Ketahanan Pangan Daerah.
Kedua, meningkatkan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), operasi pasar, mengadakan pasar murah demi menekan inflasi dalam menghadapi gejolak permintaan pasokan pada perayaan nataru.
Ketiga memanfaatkan pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dua persen dana transfer umum APBD sebagai perlindungan sosial dan mengantisipasi lonjakan permintaan konsumen dan potensi kelengkapan dengan memastikan ketersediaan jumlah stok dan BBM, Bahan Bakar Gas (BBG), dan Liquid Potreleum Gas (LPG).
“Saya kemarin baru saja pergi ke Pasaman Barat, saya melihat di sepanjang jalan banyak mobil mengantre di SPBU. Oleh sebab itu kita harus memastikan pasokan BBM jelang Nataru agar tidak ada antrean panjang yang menyebabkan kemacetan,” ungkap gubernur.
Keempat, memastikan kesiapan sarana transportasi penumpang/barang serta terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan. Dalam hal ini gubernur mengintstruksikan harus banyak berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak lain, terkait pengaturan lalu lintas kendaraan pada lokasi yang dapat menimbulkan kemacetan.
Kelima memperbanyak jumlah posko-posko keamanan jelang Nataru di tiap titik daerah rawan bencana, kemacetan, dan kecelakaan. Serta dilakukan mitigasi bencana alam dan kebakaran dan mengkoordinasikan langkah-langkah antisipasi penanganannya pada saat terjadi dan pasca bencana alam dan kebakaran.
Keenam, mengawasi penggunaan petasan menjelang Nataru yang akan berpotensi terjadinya ledakan, kebakaran, korban, maupun barang.
“Serta mengantisipasi terjadinya tawuran antar sekolah, mengingat menjelang Nataru yang di tahun sebelumnya juga meningkat”.
Sementara Kapolda, Irjen Pol Suharyono, menjelaskan pihaknya telah siap dalam operasi lilin 2022, di mana personil akan mengamankan tempat ibadah, hiburan, rekreasi, wisata, pusat perbelanjaan, tempat keramaian lainnya, dan juga arus lalu lintas.
“Kami menurunkan 5324 personil untuk kesiapan nataru tahun 2022, yang tersebar di tempat-tempat publik seperti gereja, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pasar, objek wisata dan lainnya,” tuturnya. (23/12)
Sekertaris Daerah Provinsi Sumbar Hansastri, mengatakan memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pangan dan menjaga stabilitas harga menjelang nataru, tim satgas pangan dapat turun bersama untuk memantau langsung stok dan harga di pasar maupun distributor.
(**)





