Peristiwa

Sumbar Dapat Tambahan 200 Ribu Hektare Perhutanan Sosial

3
×

Sumbar Dapat Tambahan 200 Ribu Hektare Perhutanan Sosial

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Padang -Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, Implementasi rencana perluasan areal Perhutanan Sosial akan terus direalisasikan dengan berupaya menjadikan lokasi dan kelompok Perhutanan Sosial sebagai basis dalam pembangunan kehutanan di tingkat tapak.

Hal itu ditegaskan Mahyeldi, saat dalam sambutannya saat acara Festival Perhutanan Sosial dan Konservasi Alam (PeSoNa Taram) di Nagari Wisata Kapalo Banda, Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, (18/12).

“Kita menyadari bahwa 81,97 persen desa/nagari di Sumbar berada di dalam dan disekitar hutan, dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan tingkat kemiskinan yang cukup signifikan,” ujar gubernur.

Festival PeSoNa Taram dianggap memberikan kontribusi positif bagi kelangsungan sumber daya hutan dan bagi kesejahteraan masyarakat. Masyarakat dapat memanfaatkan potensi yang terdapat dalam kawasan hutan tanpa merusak hutan.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha pada Perhutanan Sosial baik hilirisasi produk Hasil Hutan Bukan Kayu maupun Jasa Lingkungan yang akan melahirkan unit-unit usaha baru melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial.

Baca Juga  Walikota Padang: Jika Ada Pungli, Laporkan!

Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, hingga saat ini Sumbar telah mendistribusikan pengelolaan atau pemanfaatan hutan melalui perhutanan sosial mencapai 275 ribu hektare dari 522 ribu hektare alokasi.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian LHK dengan menambah alokasi perhutanan sosial untuk Sumbar pada tahun 2023 mendatang sebanyak 200 ribu hektare lagi.

Dari 12,7 juta hektare perhutanan sosial, Sumbar mendapat alokasi 522 ribu hektare. Dalam pencapaiannya ada 275 ribu hektare yang sudah didistribusikan.

“Sumbar tertinggi persentasinya, mencapai 60 persen lebih. Sehingga Kementerian LHK mengapresiasi dengan ditambah aksesnya 200 ribu hektare lagi,” sebut Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Bambang Supriyanto, yang turut menghadiri Festival PeSoNa Taram.

Dia juga mengapresiasi akselerasi penciptaaan potensi baru di Kabupaten Limapuluh Kota, melalui program integrated area development (IAD) HATTA (Harau Taram Terintegrasi), dalam rangka menumbuhkan sentra-sentra produksi baru.

Baca Juga  Petugas Tinjau Pelayanan, Pihak BIM Pastikan Sesuai SOP

Sementar, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengatakan festival melibatkan 23 kelompok perhutanan sosial se-Kabupaten Limapuluh Kota tersebut.

Diketahui sebanyak 81 persen nagari dikawasan tersebut berada didalam kawasan hutan.

Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, juga selaku Ketua Panitia Festival PeSoNa Taram, Yozarwardi, mengatakan Nagari Taram sengaja dipilih sebagai lokasi festival karena Nagari Taram sudah menerima legalitas pengelolaan hutan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam bentuk Hutan Nagari pada tahun 2017 seluas 800 Hektare kepada Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Taram.

“Untuk pengembangan usahanya LPHN juga sudah membentuk beberapa Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), salah satu diantaranya KUPS Wisata Kapalo Banda yang mengelola wisata alam dengan prediket Platinum”. (**)