Iwosumbar.com, Padang -Tambang Batubara di Kota Sawahlunto Sumatera Barat kembali memakan korban. Jumat (8/11) sekitar pukul 08.30 WIB lubang tambang batubara yang dikelola oleh PT NAL meledak, 12 orang pekerja menjadi korban.
Dari laporan yang diterima oleh WALHI Sumatera Barat dari warga, 8 orang korban dikabarkan meninggal dunia.
WALHI Sumatera Barat turut berduka, kepada keluarga pekerja yang menjadi korban semoga tabah menghadapi kejadian tersebut.
Pada sisi lain, peristiwa ini harus dilihat secara utuh dan perlu diambil hikmahnya. Ledakan tambang batubara di Kota Sawahlunto adalah peristiwa yang terus berulang.
Eksekutif Daerah
WALHI Sumbar Tommy Adam dalan keterangan mengatakan,
Berdasarkan desk riset yang dilakukan sejak tahun 2009-2022, lebih kurang 50 orang meninggal dunia dan belasan luka-luka. Diatara perusahaan tambang batubara yang teridentifikasi pernah terjadi kecelakaan tambang menyebabkan korban adalah PT Dasrat, PT NAL, PT BMK, CV Tahiti Coal.
Analisis WALHI menunjukkan korban tambang berbanding lurus dengan persoalan buruknya tatakelola tambang, yang terus berfokus pada eksplotasi sumber daya alam, tanpa memperhatikan aspek keselamatan manusia dan lingkungan.
Selain itu menurut WALHI sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tambang seringkali tidak mendapat penanganan serius oleh pemerintah, bahkan cenderung diabaikan.
“UU 3 tahun 2020, juga memberi ruang langgengnya beragam persoalan tambang. Undang-undang baru ini sangat sentralistik, menjadi celah baru baru “lepasnya” tanggungjawab pemerintah daerah dalam memastikan operasional tambang yang sesuai aturan”. (9/11/Walhi)





