Peristiwa

Gubernur Rakor, Solusi & Permasalahan Pelaksanaan Jasa Konstruksi

3
×

Gubernur Rakor, Solusi & Permasalahan Pelaksanaan Jasa Konstruksi

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Padang -Gubernur Sumbar Sampaikan Target Pembangunan Infrastruktur Dalam Rakor Sinkronisasi Kebijakan Pelaksanaan Jasa Konstruksi dalam kegiatan acara Rapat Koordinasi yang digelar Pangeran Beach Hotel, Senin (5/12).

Dikatakan, misi Pemprov Sumbar adalah menghadirkan lingkungan yang sehat, sumber daya manusia yang sehat, serta memiliki keterampilan dan kualitas yang terbaik. Hal ini sesuai dengan undang-undang amanat UU Nomor 2 Tahun 2017.

“Sesuai dengan amanat UU no 2 tahun 2017 setiap Badan Usaha yang mengerjakan dan bekerja di Jasa Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Usaha dan Sertifikat Kompetensi Kerja,”ujar gubernur.

Baca Juga  Kwarcab Pramuka Padang Raih Penghargaan Tergiat II Tingkat Provinsi

Gubernur menyebut ketersediaan tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat dan terintegrasi di LPJKN untuk Wilayah Sumbar berjumlah 12.371 orang, sedangkan Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) di Sumbar sebanyak 140.000 orang.

“Demi meningkatkan tenaga ahli yang kompeten dan bersertifikat perlu dilakukan Edaran Gubernur tentang kewajiban penggunaan tenaga kerja konstruksi bersertifikat,” kata gubernur.

Gubernur sampaikan target pembangunan infrastruktur berupa checkdam, embung, dan perkuatan tebing, dan irigasi. Untuk mewujudkan pembenahan tersebut, menurut gubernur sangat penting memberikan sertifikat tenaga kerja bagi penyedia jasa konstruksi.

Baca Juga  Hamas Peringati 20 Tahun Wafatnya Penyair Hamid Jabbar

“Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu diperlukan tenaga kerja yang betul-betul kompeten, yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi kerja,” sebutnya.

Diharapkan melalui rapat koordinasi ini, strategi dan upaya percepatan sertifikasi dapat terlaksana dengan baik.

Sementara laporan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Konstruksi Sumbar, Fathol Bari juga menyebutkan rakor ini diadakan untuk membantu mengidentifikasi berbagai isu dan solusi dari permasalahan pelaksanaan jasa konstruksi. Dan acara ini dihadiri oleh 100 peserta. (MMC)