IWOSUMBAR.COM, PADANG -SESUAI Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah dimana sasaran pembelajaran haruslah mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan (psikomotorik).
Ranah keterampilan merupakan ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik seperti mengamati, bertanya, mencoba, menganalisa, menyaji dan mencipta.
Aktivitas fisik dalam ilmu pengetahuan alam dapat diwujudkan dengan melakukan kerja ilmiah yaitu dengan melaksanakan kegiatan praktikum.
Kegiatan praktikum merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang pengetahuan, sikap dan keterampilan. Praktikum adalah kegiatan aplikasi dari teori yang telah dipelajari untuk memecahkan berbagai masalah melalui percobaan-percobaan di laboratorium sehingga dapat meningkatkan pembelajaran kimia yang lebih bermakna dan lebih konseptual terhadap pemahaman peserta didik.
Kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari hal yang berkaitan dengan materi dan energi.
Belajar kimia yang hanya dilakukan didalam kelas dengan metode ceramah, diskusi dan latihan soal menjadi kurang bermakna tanpa disertai dengan melakukan kegiatan keterampilan yang sebagian besar dilaksanakan di laboratorium.
Kegiatan praktikum kimia akan terlaksana dengan baik jika tersedia waktu, sarana dan prasarana yang lengkap.
Kenyataan di lapangan menunjukkan pengelolaan waktu, sarana dan prasarana praktikum kimia belum dilakukan dengan baik.
Usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi masalah yang dihadapi yaitu melakukan demonstrasi dan mengganti alat serta bahan kimia dengan fungsi dan sifat yang sama, serta berdiskusi dengan bantuan media pembelajaran.
Namun hal tersebut tentu saja belum bisa meningkatkan psikomotorik siswa.
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 16 Padang merupakan sekolah menengah atas negeri yang beralamat di Jalan Bukit Napa No.1 Kel Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang Sumatera Barat. Saat ini SMAN 16 telah terakreditasi A.
Meski telah tersedia laboratorium Kimia, Fisika dan Biologi namun praktek di laboratorium kimia tidak rutin dilaksanakan karena terkendala oleh ketersediaan zat dan peralatan.
Oleh karena itu tim dosen Kimia Unand berinisitif menyelenggarakan kegiatan pengabdian untuk membantu siswa dalam memahami pelajaran kimia dengan cara melaksanakan praktek laboratorium yang berkaitan dengan konsep teori yang telah diajarkan.
Bahan-bahan dan peralatan yang digunakan sangat mudah didapatkan disekitar dan harganya murah. Sehingga diharapkan setelah melaksanakan praktek labor, mereka bisa melaksanakannya secara berkelanjutan dilaboratorium sekolah karena tidak membutuhkan bahan dan peralatan yang rumit dan mahal. .
Kegiatan pengabdian dilaksanakan Tanggal 17 dan 21 November 2022 di laboratorium SMAN 16 Padang. Topik yang dipraktekkan yaitu sel elektrolisis dan reaksi reduksi oksidasi (redoks).
Peralatan yang digunakan untuk sel elektrolisis yaitu pensil 2B/HB sebagai sumber elektroda inert (karbon), plat seng dan tembaga, kabel listrik disertai penjepit buaya serta baterai dengan bahan elektrolit yaitu akuades, tawas (Al2(SO4)3), garam dapur (NaCl) dan terusi (CuSO45H2O).
Sementara untuk reaksi redoks menggunakan peralatan berupa tabung reaksi (botol vial) dan bahan-bahan pengoksidasi berupa bubuk peka (tersedia di apotek) sebagai sumber KMnO4, larutan betadin sebagai sumber I2 dan cairan pemutih bayclin sebagai sumber OCl-. Sementara zat pereduksi yang digunakan yaitu alkohol, asam citrun, vitamin C, asam cuka serta pemberi suasana asam dapat menggunakan air aki keras atau jeruk nipis.
Peragaan praktek laboratorium sederhana ini dibantu oleh beberapa orang mahasiswa Departemen Kimia FMIPA Unand. Sementara siswa SMAN 16 dibagi atas 5 kelompok dan setiap kelompok diberikan tutorial dan kesempatan mempraktekkan langsung.
Praktek laboratorium ini ternyata dapat membangun ketertarikan siswa terhadap kimia karena mereka dapat praktek secara langsung percobaan-percobaan kimia yang sederhana dan menyenangkan menggunakan bahan dan peralatan yang ada disekitar.
Dari hasil kegiatan ini kemudian disepakati untuk melaksanakan pelatihan praktek laboratorium kimia secara berkelanjutan dengan topik yang berbeda-beda.
Kesimpulannya, melalui praktikum kimia sederhana ini siswa dapat: Melakukan pengamatan langsung proses-proses kimia, Melatih keterampilan berfikir dan bersikap ilmiah, Serta Menganalisis dan memecahkan berbagai masalah sains melalui metode ilmiah. (Oleh: Dr. Imelda)





