IWOSUMBAR.COM, Padang- Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan apresiasi atas keluangan waktu yang disediakan oleh Ustaz Cahyadi Takariawan untuk hadir bersama keluarga besar dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang walaupun hanya dilakukan secara virtual.
Mudah-mudahan dengan kegiatan Subuh Mubaraqah ini, kita menjadi lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari sekarang.
Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubaraqah Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan Fakultas Teknik (26/2) pagi ini secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Penceramah Subuh Mubaraqah pagi ini adalah Ustaz Cahyadi Takariawan, S.Si., Apt. (Penulis Buku dan Konselor Keluarga). Melalui ceramahnya, Ustaz Cahyadi Takariawan, S.Si., Apt. mengemukakan bahwa dalam Islam kita tidak hanya memperoleh teori dan caranya tetapi juga ditunjukkan contoh-contoh atau aplikasi membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah.
“Nabi Muhammad tidak hanya penerima wahyu tetapi Nabi Muhammad juga langsung sebagai contoh dan suri tuladan termasuk sebagai contoh dalam membangun kebahagian keluarga tersebut,” jelas Ustaz Cahyadi Takariawan, S.Si., Apt.
Menurut Ustaz Cahyadi Takariawan, S.Si., Apt., untuk membangun keluarga bahagia dan mencari contoh suami yang baik, umat Islam sudah memiliki contoh suri tuladan yang baik yakni Nabi Besar Muhammad saw.
“Bagi insan beriman, pondasi pernikahan dan berumah tangga adalah keimanan dan ketakwaan. Jadi, jika pondasi pernikahan dan berumah tangga itu kokoh, maka pernikahan dan rumah tangga akan berdiri pula dengan kokoh pula,” tegas Ustaz Cahyadi Takariawan, S.Si., Apt.
Lebih lanjut Ustaz Cahyadi Takariawan, S.Si., Apt. mengemukakan bahwa keluarga bahagia hanya bisa dilahirkan dan diciptakan dari pondosi yang kuat yakni ketakwaan dan keimanan. Jadi, kebahagian yang nyata itu bukanlah kebahagian karena harta benda melainkan kebahagian karena ketakwaan dan keimanan kepada Allah.
“Kalau manusia sudah beriman dan beramal saleh kepada orang lain maka akan memperoleh kebahagian. Artinya kebahagian manusia itu, juga akan tercipta karena manusia itu juga membahagiakan orang lain,” Ustaz Cahyadi Takariawan, S.Si., Apt. (s-ET)





