IWOSUMBAR.COM, PADANG -Tahun ini Batigo Fest 2022 gelombang ketiga, hadir dengan event kerennya berupa Bazar Produk Kreatif yang diselenggarakan selama satu pekan, tengah berjalan.
Bazar Produk Kreatif di Batigo Fest 2022 menjadi ruang untuk kembali memotivasi pengkarya agar secara kontinyu menghasilkan terobosan yang adaptif, kreatif dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai selera konsumen.
Berlangsung (28/10) mulai dari Pukul 10.00-23.30 WIB di Jln KH Ahmad Dahlan No 19 Alai Parak Kopi, seberang Masjid Raya Sumbar. Terdiri dari Kriya, Clothing seperti baju kaos, topi dan tas, juga ikat pinggang, sepatu, makanan dan puluhan souvenir hasil karya UMKM yang dipamerkan.
Bertujuan untuk mempromosikan karya produk berkualitas dan inovatif ini jadi serbuan anak muda Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.
Menariknya lagi, produk yang ditampikan ini adalah hasil karya buatan sendiri, yang juga bisa langsung disaksikan ditengah bazar beberapa proses pembuatan Produk UMKM ini, salah satunya Onakwa Rajutan Handmade sebagai pelaku yang melahirkan tas rdan sendal rajutan
“Proses pembuatan tas atau sendal rajutan ini memiliki durasi waktu yang berbeda. Pada pembuatan sendal rajutan, kami menghabiskan waktu satu hari, jika tas rajut membutuhkan waktu paling lama 3 hari” sahut Ratu sebagai pelaku UMKM
Adapun, produk dari Poppy Suhaimi. Menghasilkan lampu hias berbahan tutup gelas plastik yang dirajut dengan benang atau kawat, juga tas dari plastik limbah yang kemudian menghasilkan tas rajutan.
“Karena kita fokus kepada limbah, yang kemudian sama-sama kita tahu butuh waktu panjang untuk terurai, dan bisa merusak lingkungan. Berangkat dari ini kami termotivasi mengurangi limbah plastik, dengan menyulap jadi sesuatu yang kembali bermakna dan menjual” tutur ibu Poppy peserta Bazar Batigo Fest 2022.
Berbagai bentuk keunikan Bazar Produk Kreatif, serupa pemilik Achi Craft Galery. Seperti menyulap kulit sapi, ular, kambing dan domba menjadi sepatu, tas, dompet, ikat pinggang dan tali jam. Ia menjadikan daun jati sebagai motif pada produknya yang ditransfer ke sepatu kulit sehingga menghasilkan motif natural daun.
Di sana, pengunjung juga akan menemukan Marchindise Band, berbagai macam brand lokal yang sering berkolaborasi dengan grup band wilayah Sumatera.
Memasuki pintu bazar, sebelah kanan, ada Indonesiasia, sebuah usaha Aparel yang menyediakan kaos polos produk Indonesiasia sendiri, menerima jasa sablon, DTF & Polyflex beserta sablon manual. Bang Dayat, pelaku di Indonesiasia mengaku “Sudah saatnya kita membuat brand dan produk sendiri”.
Dayat meungkapakan keinginan tersebut i berawal dari suatu mimpi untuk membeli baju mahal tapi keterbatasan uang. kemudian Dayat berinisiatif membuat brand sendiri agar kelak bisa mewujudkan mimpinya untuk membeli baju bermerk yang ia mau.
Satu lagi, buatan rumahan yaitu berupa makanan yang dikemas sendiri dengan kemasan yang sudah di Inovasikan semenarik mungkin. Dulu kita hanya bisa menikmati kue pilin di warung kaki lima yang hanya diletak di dalam toples. Disini, Eby (Usaha Eby) menginovasi kemasan kue pilin menjadi daya tarik pengunjung, hanya seharga 15.000.000 pcs. Usaha Eby juga melayani resseler dan distributor.
Menurut Eby Founder Usaha Eby memandang hadirnya ruang-ruang Bazar, salah satunya di Batigo Fest 2022 “ ini keren sekali, karena memunculkan anak muda yang kretaif, membuka peluang kerjasama dan saling berkolaborasi untuk membangun bisnis anak muda agar lebih baik”
Terkahir, Bazar Produk Kreatif juga punya Loybee, anak muda yang berjiwa usaha dan penuh inovatif ini membuat Brand dan produk sendiri berupa gelang dari bahan tali Korea anti air, dan gelang rajutan, kamudian Loybee merajut manik-manik menjadi sebuah kalung dengan kombinasi warna yang diskusi anak muda, Loybee juga bisa membuka pesanan sesuai selera dan menerima permintaan untuk Souvenir dan Handpers.
Ketua event Sumbar Kreatif Yulviadi Adek mengatakan, Batigo Fest 2022 yang bertema Pucuak Rabuang ini memiliki harapan untuk jangka panjang bagi para pelaku kreatif.
“diharapkan kegiatan ini bisa mengembangkan potensi dan kreativitas dan mampu meningkatkan ekonomi kreatif Sumbar,” katanya. (**)





