Iwosumbar.com, Padang -Untuk kedua kalinya Minang Geopark Cycling kembali Digelar, Sabtu (29/10). Event gowes guna mengeksplor keelokan alam dan Geopark Kabupaten Agam ini diikuti ratusan pesepeda dari 110 klub penjuru negeri tanah air.
Minggu 31 Oktober Para pesepeda tersebut akan menjajal dua etape melewati pemandangan alam lembah dan danau yang asri dan sejuk.
Etape pertama menyusuri lintasan mengitari Kawasan Geopark Ngarai Sianok, sementara etape kedua mengambil rute Lawang Park dan berakhir di Danau Maninjau.
Turut menggowes, Wakil Gubernur Audy Joinaldy mengatakan, event merupakan bagian dari Event Geopark Series Sumatera Barat. Melalui rentetan event berseri ini, Audy berharap dapat semakin memperkenalkan geopark dan pariwisata Sumbar ke seluruh Indonesia, juga dunia internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda, menjelaskan di Sumatera Barat saat ini terdapat tujuh geopark. Tiga diantaranya adalah geopark nasional dan satu geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGGp).
Potensi pariwisata yang besar ini tentu harus terus didengungkan melalui event-event yang menarik, seperti fun bike dan olahraga lari.
“Hari ini fun bike Minang Geopark Cycling. Insyaallah Desember nanti juga akan ada event Geopark Run di Silokek, Kabupaten Sijunjung. Semoga betul-betul bisa mendukung pengembangan pariwisata di Sumatera Barat dan perekonomian masyarakat kita,” katanya.
Juga pada tahun kunjungan Visit Beautiful West Sumatera 2023 nanti, kedua seri event geopark ini akan kembali digelar dengan skala yang lebih luas.
Joko Sunarbowo, Sub Koordinator Event Wilayah Sumatera dan Kalimantan Kemenparekraf RI, memberikan apresiasi pada Pemprov dan Pemkab Agam serta Asosiasi Sepeda Rekreasi Indonesia (ASRI) yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan event Minang Geopark Cycling 2022 ini.
Menurut Joko, penyelenggaraan event tersebut dapat mempromosikan dan membantu mendorong geopark yang ada di Sumatera Barat menuju UGGp.
“Kami dari Kementerian Pariwisata berharap Minang Geopark Cycling dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial budaya dan keberlanjutan lingkungan di Sumatera Barat,” kata Joko. (MC)





