EkonomiNasional

Puncak HATN 2022, Sajian 5110 Gelas Teh Talua Pecahkan Rekor MURI

2
×

Puncak HATN 2022, Sajian 5110 Gelas Teh Talua Pecahkan Rekor MURI

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Bukittinggi -Puncak peringatan Hari Ayam & Telur Nasional (HATN) ke 12 Tahun 2022 yang digelar Minggu (16/10) di Kota Bukittinggi Sumatera Barat pada acara Sajian Teh Telur terbanyak mendapatkan penghargaan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada puncak peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) ke-12 di Plaza Jam Gadang, Bukittinggi, Minggu (16/01/22).

Hal ini menjadikan peringatan HATN paling meriah, dimana sajian 5110 gelas teh talua pada HATN kali ini mampu meningkatkan konsumsi ayam dan telur di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.

Wakil gubernur Audy Joinaldy yang menerima Rekor MURI mengatakan, mengkonsumsi ayam dan telur berbanding lurus dengan kecerdasan bangsa.

“Pentingnya mengkonsumsi ayam dan telur sebagai pilihan protein yang kaya nutrisi apalagi harga terjangkau,” ujar gubernur.

Sebagai contoh, Israel, Amerika Serikat dan Jepang sebut Wagub merupakan tiga negara dengan konsumsi ayam dan telur tertinggi di dunia.

Baca Juga  Danrem 032/Wbr Sambut Kepulangan Yonif 131/Brs dari Papua

Tidak hanya itu saja ,dengan mengkonsumsi Ayam dan Telur
otomatis dapat membantu perekonomian bagi peternak ayam.

Dikesempatan ini Wagub juga mencanangkan gerakan halal madani. Yang merupakan upaya dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memastikan seluruh produk peternakan yang dihasilkan dan diolah secara proses memenuhi syarat halal yang diatur dalam syariat Islam.

Salah satunya dengan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang menjadi pintu pertama untuk meyakinkan masyarakat bahwa bahan pangan di Sumatera Barat aman, sehat, utuh dan halal.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menambahkan, melalui peringatan HATN dan perolehan rekor MURI, Sumbar sebagai salah satu sentra produksi ayam dan telur telah menjadi pionir peningkatan konsumsi ayam dan telur per kapita di Indonesia.

Sementara, Walikota Bukittinggi, Erman Safar mengungkapkan, teh talua dengan total 5.110 gelas dibuat dengan bantuan dari TP-PKK dan para pelajar yang serta mengsukseskan gelaran HATN .

Baca Juga  PLT PWI Sumbar Siap Sukseskan Kongres Persatuan PWI Pusat

Adalah Lutfi Syah Pradana Selaku Costumer Relation Manager MURI menjelaskan, Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi tidak hanya memecahkan rekor yang ada di Indonesia, namun apresiasi yang diberikan sebagai pemecah rekor dunia.

“Hari ini, rekor MURI dipecahkan bahkan rekor dunia dengan produksi dan konsumsi teh talua terbanyak. Ini masuk kategori rekor dunia karena adanya kearifan lokal, tidak ada di negara lain yang buat teh talua, ” ujarnya..

Dengan adanya capaian ini, tentu bisa jadi inspirasi bagi daerah lain untuk memunculkan kearifan lokal setiap daerah.

Sebelumnya, Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, Walikota Bukittinggi, Erman Safar, dan Kepala DisNakeswan Sumbar, Erinaldi berparade mengendarai sebanyak 50 bendi untuk minum teh talua di beberapa titik di Kota Bukittinggi. Dimulai di SMA Negeri 1 Bukittinggi, SMA Negeri 2 Bukittinggi SMK Negeri 2 Bukittinggi dan ditutup dengan penyerahan rekor MURI di Plaza Jam Gadang. (Mc)