Peristiwa

Inovasi Kegiatan Sabermas Baru Padang Pariaman Patut Ditiru

1
×

Inovasi Kegiatan Sabermas Baru Padang Pariaman Patut Ditiru

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG -Kabupaten Padang Pariaman bersama Dimas Kesehatan melaksanakan kegiatan Satu Hari Bersama Masyarakat Membawa Perubahan (Sabermas) di Lapangan Pasar Nagari Gasan Gadang, Selasa (11/10).

Kegiatan dihadiri oleh seluruh instansi dan stakeholder terkait. Program yang dilakukan diantaranya, pelayanan kesehatan, bantuan benih ikan, bantuan BAZNAS, pelayanan yang terkait perizinan dan administrasi kependudukan, dan lainnya.

Bahkan kegiatan tersebut dapat pujian. Menurut gubernur Mahyeldi patut ditiru oleh pemerintah kabupaten dan kota lainnya. Kepala OPD di tiap instansi juga diharapkan dapat melakukan inovasi seperti kegiatan Sabermas Baru.

Gubernur juga mengapresiasi Bupati Padang Pariaman yang berhasil menekan angka kematian ibu, ia menyebut angka kematian ibu terendah di Sumbar adalah di Padang Pariaman

Baca Juga  Total Perkuat KIP di Pessel, Junedi Kerahkan KI Sumbar Nilai 15 BP

“Yang paling rendah jumlah kematian Ibu adalah di Kabupaten Padang Pariaman yaitu sampai bulan Agustus hanya ada 2 kematian ibu,” sebut gubernur.

Dikatakan juga perlu adanya pemerataan tenaga dokter di beberapa puskesmas. Yaitu, Puskesmas Padang Sago, Limau Purut dan Puskesmas Sikabu

Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur menyampaikan secara nasional pada tahun 2024 penurunan angka stunting sebesar 14 persen, namun Pemkab Padang Pariaman angka penurunan stuntingnya sudah mencapai 79 persen dengan data yang asli yang dilakukan oleh para petugas.

“Kami tidak percaya survey dari SSGI yang menyatakan prevelensi penanganan stunting Padang Pariaman mencapai 28,3 persen. Wali Nagari di tiap nagari telah berupaya keras memenuhi kebutuhan gizi, sehingga kami bisa menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang ditargetkan mencapai 0 persen,” terangnya.

Baca Juga  Maigus Nasir Ajak ASN Tingkatkan Spiritualitas dan Jadi Pelayan Publik yang Amanah

Mendukung pernyataan Bupati, Gubernur juga menyatakan, kepada bupati untuk tidak khawatir, selisih hasil dari pencatatan by name by address yang dilakukan oleh tenaga gizi pada aplikasi e-PPGBM dengan hasil survey SSGI diantaranya disebabkan oleh besarnya selisih antara proyeksi data sasaran oleh Pusdatin Kemenkes yaitu 36.722 balita dengan data real
27.961 balita (terjadi selisin jumlah sebesar 8.761 balita atau 23.8 persen).

“Oleh sebab itu pentingnya data by name by address tersebut dilakukan intervensi penanganan sesuai dengan permasalahan yang menyebabkan terjadinya stunting,” kata gubernur. (MMC)