Nasional

87 Lolos Administrasi KI, Adrian: Banyak Pengabdian dan Usap Dada

2
×

87 Lolos Administrasi KI, Adrian: Banyak Pengabdian dan Usap Dada

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR,COM, PADANG -Hari ini menjadi tahap kedua dari proses seleksi Komisi Informasi Sumatera Barat (KISB), sebanyak 87 orang dari ratusan 200 pendaftar dinyatakan telah lolos seleksi administrasi.

Sebenarnya apa sih hebatnya KISB?, sehingga tiga kali seleksi dilakukan. Sejak tahun 2014 terjadi peningkatan antusias warga Sumbar mengikutinya.

Adalah Adrian Tuswandi, Komisioner dua periode mengungkapkan plus minus jadi Komisioner KISB kepada media, Senin 10/10-2022.

“Lebih banyak pengabdian menjalankan perintah UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ketimbang keuntungan dan manfaat lainnya,” kata dia.

Toaik biasa disapa banyak kalangan Ini, mengungkap pengalaman menjadi Komisioner 2 periode (2014-2023), dari UU saja sudah bisa diketahui apakah ada ketulusan dan keikhlasan jajaran di pemerintahan memfasilitasi baik di angaran maupun administrasi.

“KI itu tugasnya menyatakan sebuah informasi dan dokumentasi publik itu terbuka dan memberikan kepada masyarakat. Para komisioner itu menjadi juri dalam sebuah majelis komsioner yang memutuskan sengketa informasi publik. Yang duduk di kursi terdakwa (termohon istilahnya di KI) adalah badan publik, yaitu acapkali itu PPID Pemprov di mana anggaran dan administrasi kesekretariatan lembaga melekat menurut Pasal 29 UU 14 tahun 2008, itu satu,” terang Adrian.

Kedua untuk menumpulkan KI itu, seperti di Sumbar anggaran KI di Diskominfotik itu tidak hanya melekat dan menumpang, anggaran itu tetap harus ikut aturan main sesuai regulasi Pemprov Sumbar dan aturan main diterapkan kepala dinas bersangkutan.

Baca Juga  Hadapi Lonjakan Konektivitas IOH Perkuat Jaringan dengan AI

“Anggaran KI itu, selama dua periode, kita (KISB) selama ini berdarah-darah berjuang, bahkan mengemis baik ke TAPD maupun ke Komisi I DPRD Sumbar, Banggar DPRD bahkan sampai kepada Ketua DPRD, setelah ok nggak bisa itu anggaran semau gue, ada regulasi dan kebijakan yang jauh dari ikhlas dan tulus diterapkan mereka,” katanya.

Tapi selama dua periode,. komisioner KISB tidak patah arang untuk melaksanakan tugas dan kewenangan diberikan UU 14 Tahun 2008.

“Dua periode tidak orientasi mengejar seleri (gaji) kalau soal honor, ya lewat tanggal 5 menerima setiap bulan itu sudah biasa. Terus uang perjalan dinas lebih tiga bulan belum dibayarkan juga no problem. Karena bagi Komisioner di KISB menganggap itu upaya menabung aja (harus pandai manajemen gali dan tutup lubang,” ujar Adrian.

Enak nggak sih jadi Komisioner KISB?, kata Adrian kepada wartawan mendesaknya, enak kalau diniatkan untuk mengabdi melaksanakan UU sebagai pengawal keterbukaan informasi publik.

“Tidak enak kalau komisionernya pingin kaya atau mengontrak hidup 4 tahun atau macam-macamlah,” ujar Toaik.

Kepada calon komsioner yang lolos tahap seleksi diumumkan hari ini, Adrian berharap untuk memperbaharui niat, kalau mengejar untung yuk luruskan kembali niatnya, bia ke pengabdian saja.

Baca Juga  Sejumlah Kecamatan dan Desa Kabupaten Asahan di Terjang Banjir

Ada banyak tahapan lagi yang harus dilewati tes tertulis, tes phisikotes, wawancara dan terkahir fit and proper tes di Komisi I DPRD Sumbar, lima terpilih dan lima calon PAW di SK kan oleh Gubernur untuk menjadi Komisioner KI Sunbar.

“Oh ya selama dua periode menjalankan amanah, bahkan pada periode tugas kedua, menjadi unsur mewakili pemerintah di KI Sumbar, untung ada DPRD Sumbar yang membackup, tanpa Ketua DPRD dan anggota HM Nurnas yang menyuarakan aspirasi KISB, pasti KI ini mati suri, dia ada tapi tak berdaya,” ungkap Toaix.

Kedepan KI periode ke tiga harus ada regulasi khusus seperti di Pergub Standar Biaya Gubernur Sumbar tentang tata kelola anggaran KI Sumbar ini, supaya seorang PA di Diskominfo punya panduan tidak mencampuradukan pola penata kelolaan anggaran KI dengan anggaran di dinasnya.

“Tapi jika tidak diupgrade. maka komsioner KISB terpilih harus lah individu yang kesabarannya tingkat dewa,” ujar Adrian

Selamat dan sukses para calon komisioer lolos seleksi administrasi, fokuslah mengikuti tahapan demi tahapan seleksi.

“Ingat meski melaksanakan tugas diperintah UU 14 tahun 2008, tapi soal kesetaraan eselonoring komisioner dan anggaran serta kesekreatriatan KI Sumbar, periode ketiga masih teruslah berjuang, karena dua periode sudah KISB, soal pelik itu masih gagal, maaf,” pungkasnya (***)