Iwosumbar.com, Padang -Persoalan tak berkesudahan di kawasan Pasar Padanglua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, perlu perhatian serius dari berbagai kalangan. Anggota Komisi IV DPR RI Andre Rosiade bersama Kadivre PT KAI Sumbar dan Bupati Agam Andriwarman mencoba mencarikan solusi terhadap persoalan pasar tersebut.
Sudah lama masyarakat maupun pedagang berharap persoalan Pasar Padanglua ini segera menemukan titik terang.
Bahkan, banyak kalangan menduga seakan-akan persoalan ini sengaja dibiarkan oleh pihak-pihak tertentu. Pasalnya bila dibenahi, keuntungan yang diperolehnya selama ini bisa hilang.
Saya ingin berbuat sesuai aspirasi masyarakat, meski masyarakat itu tidak dari Dapil Sumbar I sekalipun. Untuk Sumbar baiknya kita buang Dapil-Dapilan itu,” kata Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (4/10).
Diakuinya, persoalan ini mendesak segera dicarikan jalan keluarnya. Makanya, dia sengaja mengajak Kadivre PT KAI Sumbar gun melihat langsung titik persoalannya.
Dikatakan ia juga akan bertemu Bupati Agam Andriwarman, Wali Nagari Padanglua Edison dan Pengurus Pasar Padanglua, serta anggota Tim Revitalisasi Pasar. Dengan begitu, dirinya maupun Kadivre PTKAI Sumbar bisa menerima informasi yang lengkap sebelum dibuat kebijakan guna menyelesaikan.
Andre menegaskan jika memang untuk kemanfaatan bersama dan lahan PT KAI itu pun sudah tidak dimanfaatkan sebagaimana peruntukannya, tentu lebih tepat dihibahkan ke pengelola pasar.
“Tergantung bagaimana mekanisme aturannya, untuk berbau aset ini kita harus hati-hati dan jangan menabrak regulasi. Tapi ada oknum yang mengusai, maaf aja demi rakyat saya akan suarakan untuk ditertibkan,” ujar Andre.
Sebenarnya, upaya percepatan penataan Pasar Padanglua ini sudah mulai dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Cuma saja, persoalan mendasar yang dihadapi tak lain keberadaan lahan yang terbatas.
Sementara Pengurus pasar tak bisa berbuat banyak, akibat mayoritas lahan pasar sekarang ini milik PTKAI. Termasuk, menertibkan pemilik kedai atau toko yang ada sekarang ini. Sebagian di antaranya membayar sewa langsung ke PTKAI.
“Keterbatasan lahan menjadi persoalan utama,” ujar Anggota Revitalisasi Pasar Padanglua Alfan Miko kepada wartawan di Padang. Berdasarkan resume Tim Revitalisasi Pasar Padanglua, pengembangan pasar mendesak dilakukan dengan mengembangkan pintu masuk ke pasar dan pembuatan terminal, serta los sayur. Bila ini terealisasi, kemacatan pasar jauh berkurang.
Pengurus Pasar Padanglua dan Tim Revitalisasi sangat berharap pertemuan dengan Andre Rosiade, Ka Divre II Sumbar PT KAI dan Bupati Andriwarman menghasilkan titik terang untuk Pasar Padanglua ke depan. (**)





