Peristiwa

WALHI Sumbar & RW 02 Teluk Kabung Minta Pemerintah Normalisasi Sungai Ibuang

1
×

WALHI Sumbar & RW 02 Teluk Kabung Minta Pemerintah Normalisasi Sungai Ibuang

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Jika musim penghujan tiba seperti dibulan ini, dipastikan banjir akan melanda di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Tepatnya Di Kelurahan Teluk Kabung Tengah.

“Banjir dipastikan terjadi sepanjang waktu saat musim hujan disebabkan sedimentasi di Daerah Aliran Sungai. Sehinga badan sungai tak mampu menampung debit air yang laju dari hulu dan curah hujan. Demikian diungkapkan oleh Ketua RW 02 Teluk Kabung Tengah. Senin (3/10/2022).

Pardi menjelaskan sejak tahun 2017 jika hujan melanda di wilayahnya, kurang lebih 1 Jam sudah dapat dipastikan sungai Ibuang meluap dan meredam pemukiman warga yang berada disekitar aliran sungai bahkan hampir semua pemukiman yang berada di kelurahan Teluk Kabung Tengah dan juga Kelurahan Teluk Kabung Utara teredam banjir.

Baca Juga  Wagub Ajak Warga Jorong Guguak Kab. Solok Aktif Bangun Nagari

Pardi menambahkan Jika hujan deras tiba luapan sungai Ibuang telah merendam rumah warga sekitar sejak 5 (lima) tahun terakhir sampai sekarang sebanyak 73 rumah dan terdapat 974 KK.

“Tetapi jika curah hujan berlansung lama rumah warga yang terdampat lebih banyak lagi,” ujarnya.

Sementara, Yoni Candra Dewan Daerah Walhi Sumbar menuturkan sungai yang memiliki panjang ± 1.600 meter (1.6 KM) hanya memiliki lebar 3 meter dengan ketinggian sungai dengan permukaan 30 CM bahkan dibeberapa titik sungai antara badan sungai dengan permukaan sama rata,

Baca Juga  PWI, Pemprov, dan Polda Kunjungi Rumah Tokoh Pers Sumbar

Yoni Candra menjelaskan sedimentasi sungai Ibuang umumnya diakibatkan material sisa pecahan batuan serta tanah clay dari aktivitas galian dan pertambangan yang berada diperbukitan yang berada dihulu sungai Ibuang.

Melihat kondisi tersebut Walhi Sumbar berharap pemerintah Kota Padang untuk melakukan normalisasi dan atau naturlisasi sungai Ibuang serta penataan dan penertipan yang berada di hulu sungai.

“Jika ini dibiarkan, banjir akan terus mengacam warga di Teluk Kabung Tengah dan ± 200 Ha wilayah kelolah masyarakat (sawah dan lading ) akan terus terjadi bahkan Terminal BBM Teluk Kabung bisa jadi terdampak,” ujarnya. (**)