Peristiwa

Organisasi Cinta TNI Padang Ikut Kutuk Pernyataan Efendi Simbolon

3
×

Organisasi Cinta TNI Padang Ikut Kutuk Pernyataan Efendi Simbolon

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Stetmen anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-P Effendi Simbolon yang mengatakan bahwa TNI seperti “gerombolan” berbuntut aksi dan kemarahan baik dari anggota TNI maupun massa organisasi yang mencintai Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Begitu pula di Kota Padang Sumatera Barat, Kamis (15/9/2022) Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Cinta TNI-Polri menggelar aksi di depan Gedung (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang.

Dari pantauan dilapangan puluhan perserta aksi terdiri dari beberapa massa mewakili organisasi seperti FKPPI, Pemuda Pancasila, PPM, LSM LIRA dan lainnya. Aksi berlangsung Damai.

Baca Juga  12 Prodi Baru UNP telah Terakreditasi BAN-PT & LAM-PTKes

Mereka membawa poster bergambar poto Efendi Simbolon dan memberi coretan tanda silang pada gambar tersebut.

Kedatangan massa Aliansi Cinta TNI massa ke DPRD Padang menuntut Effendi Simbolon membuat permohon maaf secara tertulis maupun secara langsung kepada Panglima TNI.

Salah seorang oratar dari LSM LIRA mengatakan, Aliansi Cinta TNI Polri dalam aksi ini mengatakan kedatangan mereka ke DPRD Padang bentuk cinta pada TNI.

“Kedatangan kami meminta Effendi Simbolon datang menemui Panglima TNI dan KASAD, serta meminta maaf kepada Ormas-ormas yang ada di Indonesia,” katanya.

Begitu juga dengan Ketua Pemuda Panca Marga Kota Padang, Yudha Putra yang mengatakan, bahwa pernyataan anggota DPR RI Efendi Simbolon tersebut sudah merusak moral dan warwah TNI.

Baca Juga  Pegawai, WBP Lapas Suliki Ikuti Cek Kesehatan & Vaksin

“Tadinya kami menganggap yang bersangkutan (Efendi) anggota dewan terhormat, tapi sekarang tidak lagi kami hormati,” ujarnya .

Kedatangan ke DPRD Padang adalah untuk menuntut agar Effendi Simbolon untuk secepatnya menemui Panglima TNI dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Kemudian dia juga harus meminta maaf kepada ormas-ormas yang ada di seluruh Indonesia yang menyatakan bahwa ormas seperti gerombolan. Kami tidak terima,” pungkasnya. (**)